SABUN LOVFITT SIREH ➖➖➖➖➖➖➖ KANDUNGAN : 🌸Manjakani 🌸Kayu Serapat 🌸Ekstrak sireh 🌸Bahan Herba Akar Kayu
FUNGSI : 🌸Mengetatkan miss V 🌸Menghilangkan kegatalan dan keputihan 🌸Mencerahkan bahagian tengah Vagina 🌸Memberi haruman yang tahan lama 🌸Menghilangkan keputihan 🌸Boleh digunakan oleh remaja 🌸100% organik dan selamat digunakan 🌸Sesuai untuk wanita aktiv dan ketika haid 🌸Meningkatkan keinginan bersama 🌸Menganjalkan Miss V 🌸Sesuai untuk kegunaan harian
CARA PENGGUNAAN : ↔️ Buihkan pada telapak tangan, campurkan dengan sedikit air biarkan selama beberapa minit di bahagian intim untuk lebih berkesan
SABUN LOVFITT SIREH ➖➖➖➖➖➖➖ KANDUNGAN : 🌸Manjakani 🌸Kayu Serapat 🌸Ekstrak sireh 🌸Bahan Herba Akar Kayu
FUNGSI : 🌸Mengetatkan miss V 🌸Menghilangkan kegatalan dan keputihan 🌸Mencerahkan bahagian tengah Vagina 🌸Memberi haruman yang tahan lama 🌸Menghilangkan keputihan 🌸Boleh digunakan oleh remaja 🌸100% organik dan selamat digunakan 🌸Sesuai untuk wanita aktiv dan ketika haid 🌸Meningkatkan keinginan bersama 🌸Menganjalkan Miss V 🌸Sesuai untuk kegunaan harian
CARA PENGGUNAAN : ↔️ Buihkan pada telapak tangan, campurkan dengan sedikit air biarkan selama beberapa minit di bahagian intim untuk lebih berkesan
In a message on his Telegram channel recently recounting the episode, Durov wrote: "I lost my company and my home, but would do it again – without hesitation." For example, WhatsApp restricted the number of times a user could forward something, and developed automated systems that detect and flag objectionable content. Perpetrators of these scams will create a public group on Telegram to promote these investment packages that are usually accompanied by fake testimonies and sometimes advertised as being Shariah-compliant. Interested investors will be asked to directly message the representatives to begin investing in the various investment packages offered. Emerson Brooking, a disinformation expert at the Atlantic Council's Digital Forensic Research Lab, said: "Back in the Wild West period of content moderation, like 2014 or 2015, maybe they could have gotten away with it, but it stands in marked contrast with how other companies run themselves today." On Telegram’s website, it says that Pavel Durov “supports Telegram financially and ideologically while Nikolai (Duvov)’s input is technological.” Currently, the Telegram team is based in Dubai, having moved around from Berlin, London and Singapore after departing Russia. Meanwhile, the company which owns Telegram is registered in the British Virgin Islands.
from sg